Kamis, 07 Maret 2019

Belajar Mengelola Keuangan | Awal Perjalanan


       Saya Galih mahasiswa semester 10 dari jurusan ilmu perpustakaan salah satu universitas Islam di Jakarta. Saya belum memiliki pengalaman kerja kecuali PKL untuk tugas perkuliahan di Kemenag. Saat ini pendapatan saya masih bergantung pada orang tua, namun saya tersadar untuk mulai merencanakan keuangan saya. Saya membuat postingan ini untuk meng-update kondisi keuangan sebagai pengingat dan dapat melihat perkembangan nya...

1.       Aset
Istilah aset disini mengambarkan apa yang saya miliki mungkin lebih mengambarkan jumlah uang yang saya pegang dan belum saya masukan kedalamnya barang barang yang saya miliki. Untuk definisi dari aset yang sebenarnya dapat di cari sendiri ^_^
Tabungan                   : Rp. 158.150,-
Uang tunai                 : Rp. 101.000,-
Total                           : Rp. 259.150,-

2.       Pendapatan
Pendapatan yang saya peroleh masih dari uang jajan yang diberikan orang tua yang jumlahnya tidak terlalu banyak.
Pendapatan              : Rp. 150.000,-/minggu
    Rp. 600.000,-/bulan

3.       Hutang /tangungan
Merupakan kewajiban finasial yang harus saya penuhi untuk saat ini hanya sisa arisan yang belum terbayar.

Utang arisan             : Rp. 180.000,-

Untuk kondisi jobless saat ini saya hanya memiliki sejumlah uang sebesar:
Total aset – Hutang = Rp. 259.150 – Rp. 180.000
 = Rp. 79.150,-

Dari rincian di atas belum saya cantumkan pengeluaran perbulan dan nantinya semoga saya dapat masukan seluruh rincian pengeluaran termasuk untuk investasi dll. Target untuk tahun ini adalah memiliki “aset” Rp. 8.000.000,- dan lulus perkuliahan dengan cepat agar daat segera berkerja.

Postingan ini untuk mengingatkan penulis untuk merancang keuangan dan merancang keuangan dapat dilakukan walau masih mengandalkan uang jajan. Merancang keuangan dilakukan untuk mencapai target-target finansial seperti memiliki tabungan, memiliki kendaraan, rumah dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar